Please, suffer in silent!!!
Friday, March 31st, 2006Gue
nonton Envoye Speciale kemaren, Acara dokumenter yg temanya ganti2. So
there i am, in front of my TV, gue nggak bisa memalingkan wajah dari
layarnya. Seperti terpaku didepan gambaran2 ttng sebuah penderitaan,
kemiskinan dan ketidak perdulian dunia. Voila yg diceritain…, di
Kenya, setiap taonnya, 170 000 orang meninggal karena penyakit
oportunis yg disebabkan oleh virus AIDS, 30 000 anak meninggal karena
virus ini dan 30 000 anak baru terkena AIDS. 170 000 dibagi 12 = 14
166.666667.
Angka. Semua itu cuma angka. Semua itu cuma statistik. Tutup mata,
tutup telinga, dan angka itu akan menghilang. Angka itu cuma sebuah
estimasi, hanya sebuah realita yg jauh.
Hanya disatu negara saja, 14 167 orang mati tiap bulannya in
silent… karena rupanya wabah aids nggak berkoar2 sehebat tsunami.
Juga karena aids buka lagi sebuah aktualitas di negara barat. Dinegara
kaya ini, Perancis, Amerika, Jerman, Inggris… karena disini obat2nya
terjangkau. Karena disini, penderita aids bisa memiliki kehidupan
nyaris normal.
Ca me fait relativiser. Mes peines, ma tristesse insignifiant, ma
douleur au coeur qui resiste certe, mais qui semble infiniment petit
face à cet orphelin de 5 ans, terinfeksi dari ibunya, Divonis mati sejak lahir. Maigre et sans force, le regarde vide, qui
n’accuse personne. Il voulais seulement de l’aide. Il veut seulement
sa dose de sirop, trop cher pour ce petit qui n’a rien et qui a la mal
chance d’etre né trop loin de la pole nord.
Menyokong penderita AIDS tidak menguntungkan. Ini semua hanya masalah
uang. Disatu sisi ratusan ribu orang penyakitan, disisi laen
pertimbangan dan perhitungan keuntungan. Sebagai mahluk ultra
kapitalisme seperti elo dan gue, mana yg bakal loe pilih? Nggak usah
sembunyi, kita sama2 tau apa jawabannya. Buktinya ratusan ribu org
tetep meninggal nun jauh disana, karena mereka nggak punya cukup duit
untuk beli obat, sementara disini, dinegara kaya ini, org lebih sibuk
sama kecantikan anjingnya. Mereka lebih rela menghabiskan 50 dollars
seminggu supaya anjingnya dimandiin daripada nyelamatin manusia.
Dunia ini absurd. Dunia ini udah gila. Mungkin! Je ferme les yeux et j’imagine que tt ca n’existe pas.
"The
world doesn’t just disappear when you close your eyes." (From the film
Memento - Film amat sangat bagus) The world existe beyond us… beyond
our dogs… . What can i say more?
So please… girls, fellas… stay faithful to condoms. Respect yourself. Protect yourself. Protect the Love.